Mengenal Jenis Dan Penyebab Keretakan Tembok Rumah

Penyebab Keretakan Tembok Rumah

Memiliki rumah yang indah dan nyaman merupakan impian semua orang. Tetapi apa jadinya kalau tembok rumah justru banyak retakan. Hal ini jelas sangat menghawatirkan dan membuat rumah terasa tidak nyaman. Penghuni rumah bisa saja merasa cemas akibat retakan-retakan yang muncul. Ketakutan rumah roboh sewaktu-waktu membuat perasaan tidak aman terus menerus dirasakan. Berbagai permasalahan dinding memang seringkali muncul. Keretakan tembok dapat dipengaruhi berbagai hal.

Retak Struktural

Retak struktural merupakan jenis keretakan tembok yang dapat berdampak buruk pada bangunan. Keretakan tembok ini tidak bisa diatasi dengan jasa waterproofing. Hal ini dikarenakan keretakan tidak hanya terjadi pada plesteran saja tetapi pada susunan batako dan pondasi bangunan. Pergeseran pondasi membuat batako menjadi renggang sehingga menghasilkan retakan.

Penyebab terjadinya retak struktural pada tembok biasanya adalah pergeseran tanah. Tanah yang labil membuat pondasi ikut bergerak dan berubah posisi. Selain pergeseran tanah, retak struktural juga bisa dipengaruhi oleh bencana alam. Bencana alam yang dimaksud adalah gempa bumi.

Tembok yang mengalami retak struktural biasanya dapat dilihat dari jenis retakan yang dihasilkan. Retakan biasanya dimulai dari pojok atas bangunan dan terus melebar sampai bawah. Bentuknya diagonal tetapi tidak jarang juga mengikuti arah tatanan batako.

Retak Non Struktural

Retak non struktural merupakan jenis kerusakan tembok yang tidak terlalu berpengaruh terhadap kekokohan bangunan. Tetapi biasanya mengurangi keindahan bangunan itu sendiri. Pada kasus yang serius, retak non struktural juga menyebabkan kebocoran dinding. Kebocoran ini sebenarnya dapat di tangani oleh penyedia jasa waterproofing membrane bakar. Keretakan tembok non struktural terbagi menjadi tiga yaitu:

1. Crazing

Retak jenis ini biasanya terjadi beberapa jam setelah proses plester. Biasanya retakan memiliki Panjang sekitar 5-7mm dan tidak memanjang. Retak jenis ini biasanya disebabkan oleh campuran yang kurang sesuai serta terlalu banyak sentuhan. Penggunaan campuran pasir yang terlalu halus juga menjadi salah satu penyebab retak crazing.

2. Map cracking

Retak Map cracking biasanya disebabkan oleh penggunaan semen yang terlalu banyak pada saat plester. Semen yang terlalu banyak membuat dinding cepat mengering sehingga muncul retakan. Bentuk retakan menyerupai peta dan terus memanjang.

3. Shrinkage

Shringkage atau biasa dikenal dengan retak susut biasanya terjadi karena plesteran yang terlalu tebal. Retakan ini biasanya terjadi pada bagian atas pintu atau jendela rumah.

Tembok yang bocor membuat keindahan rumah menjadi berkurang. Retak non struktural pada dinding dapat diatasi oleh penyedia jasa waterproofing tembok. Alangkah lebih baik apabila memahami penyebab-penyebab keretakan sehingga dapat mengantisipasi segala kemungkinan. Keretakan tetap bisa diperbaiki tetapi daripada memperbaiki jelas lebih baik mempersiapkan segala hal sebelum terjadi kerusakan.

You May Also Like